Suatu bangun ruang dibatasi oleh bidang- bidang
datar disebut bidang banyak. Selanjutnya bidang- bidang pembatas berupa segi
banyak disebut bidang batas, atau bidang sisi. Perpotongan antara dua bidang
batas yang berdekatan dinamakan rusuk, dan setiap rusuk yang berpotongan pada
bidang banyak tersebut disebut titik sudut.
Validitas adalah pengukuran seberapa tepat instrumen atau alat ukur yang digunakan. Validitas instrument Test adalah penggunaan item test untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Secara lebih ringkas, suatu tes dikatakan valid jika tes tersebut
File lengkapnya INI
Tulisan ini akan menjelaskan tentang 10 fungsi simbol yaitu Komunikasi,
Ingatan akan pengetahuan, Mengkomunikasikan konsep-konsep baru, Membuat
beberapa klasifikasi ganda menjadi jelas, Penjelasan-penjelasan, Memungkinkan
adanya aktivitas reflektif, Membantu dalam menunjukkan struktur, Menjadikan
pekerjaan rutin berjalan secara otomatis, Membangkitkan informasi dan pemahaman,
Aktivitas mental yang kreatif. Adapun penjelasannya sebagai berikut:
Nitko (2011: 5) mendefinisikan tes sebagai suatu instrument atau prosedur sistematik untuk mengobservasi atau mendeskripsikan satu atau lebih karakteristik siswa dengan menggunakan skala numerik atau skema pengklasifikasian. Black & Wiliam dalam Nitko (2011: 106) yang mengatakan bahwa tes membantu guru memonitor kemajuan proses pembelajaran siswa. Menurut Ebel (1986: 114), tes memang didesain untuk mengukur tingkat perkembangan prestasi siswa dan juga membangun motivasi belajar. Menurut Ebel (1986: 115), bahwa tes memiliki tiga tipe yaitu tes obyektif, tes esai/uraian, dan tes permasalahan numerik. Selanjutnya Miller (2009: 168-169) membagi tes obyektif menjadi 2 tipe yaitu supply type dan selection type. Tipe supply dibagi menjadi 2 jenis yaitu short answer dan completion. Sedangkan tipe selection dibagi menjadi 3 jenis yaitu true-false, matching, dan multiple choise. Tugas akhir mata kuliah Asesmen Pembelajaran Matematika ini dipilih instrumen tes tipe obyektif dengan jenis pilihan ganda (multiple choise). Butir tes pilihan ganda terdiri atas satu atau lebih kalimat pengantar dan disertai oleh dua atau lebih pilihan jawaban. Alternatif jawaban yang disediakan dalam pilihan ganda dapat berupa kata-kata, angka, simbol, dan frase (Miller, 2009: 194).
Pendekatan saintifik dalam pelakasanaan Kurikulum 2013 adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dalam implementasinya siswa menggunakan kegiatan “melima” yaitu mengamati (observing), menanya (questioning), menalar (associating), mencoba (exsperimenting) dan mengkomunikasikan/membentuk jaringan (networking). Pendekatan saintifik dalam peroses pembelajaran diterapkan pada semua jenjang sekolah dan pada setiap Komptensi Dasar atau materi pelajarandengan salah satu tujuan untuk mencapai indikator pada setiap KD.
Kata Kunci : Pendekatan saintifik, indikator komptensi dasar.
ABSTRAK : Tujuan dari artikel ini adalah untuk memaparkan penggunaan metode pembelajaran berbasis proyek (Proyek based learning) dalam meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa. Salah satu permasalahan siswa dalam peroses pembelajaran adalah kurangnya kemampuan siswa dalam berpikir kreatif, sehingga untuk menanggulangi permaslahan tersebut telah dicari solusi dan dibuktikan melalui penelitian-penelitian bahwa solusi yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa yaitu menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek (Project based learning) dalam peroses pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek berdasarkan penelitian yang relevan terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa karena pada PjBL siswa dilatih melalui permasalahan dan pertanyaan yang menantang dalam bentuk proyek untuk menghasilkan atau menemukan sesuatu yang baru.Kata Kunci : Pembelajaran berbasis proyek (Project based learning), Kemampuan berpikir kreatif.
A. Pengertian Model Project Based Learning Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran dikelas dengan melibatkan kerja proyek. Proyek ini memuat tugas yang komplek berdasarkan pada pertanyaan dan permasalahan yang sangat menantang, dan menuntut siswa bekerja melalui serangkaian tahap metode ilmiah (Thomas dalam Hidayanti Lufia 2012).
Kausalitas merupakan prinsip sebab-akibat yang ilmu dan pengetahuan yang dengan sendirinya bisa diketahui tanpa membutuhkan pengetahuan dan perantaraan ilmu yang lain dan pasti antara segala kejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Keharusan dan keaslian sistem kausal merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dan tidak diliputi keraguan apapun.
·Naturalisme
metodologis (atau naturalisme ilmiah) yang berfokus pada epistemologi.
Naturalisme metafisika (atau naturalisme ontologis atau naturalisme filosofis)
yang berfokus pada ontologi. Naturalisme menyatakan bahwa hukum-hukum alam
adalah aturan yang mengatur struktur dan perilaku dari alam semesta, bahwa alam
semesta berubah pada setiap tahap merupakan produk hukum tersebut. Gagasan dan
asumsi mengenai naturalisme filosofis pertama kali ditemui pada karya
filsuf-filsuf pra-Socrates, (http://id.wikipedia.org/wiki/Naturalisme_(filsafat)).
·Saintisme
adalah istilah yang digunakan untuk (biasanya secara peyoratif) kepercayaan
bahwa metode dan pendekatan ilmiah dapat diterapkan untuk segala hal, dan bahwa
sains adalah cara pandang dunia yang paling otoritatif atau paling berharga
hingga menyingkirkan cara pandang lainnya. Saintisme telah didefinisikan
sebagai "pandangan bahwa metode induktif sains adalah satu-satunya sumber
pengetahuan yang benar dan terutama bahwa sains dapat menghasilkan pengetahuan
mengenai manusia dan masyarakat yang benar." Istilah ini biasanya
digunakan sebagai kritik terhadap positivisme logika ekstrem dan telah
digunakan oleh beberapa tokoh seperti ilmuwan sosial Friedrich Hayek, filsuf
sains Karl Popper, dan filsuf Hilary Putnam dan Tzvetan Todorov untuk
mendeskripsikan sokongan dogmatik terhadap metodologi sains dan pereduksian
pengetahuan menjadi hal-hal yang dapat diukur saja,
(http://id.wikipedia.org/wiki/Saintisme).
·Konstruktivisme
sosial mencakup serangkaian teori yang bertujuan menjawab pertanyaan-pertanyaan
ontologi, seperti perdebatan struktur dan lembaga, serta pertanyaan
epistemologi, seperti perdebatan "material/ideasional" yang
memperhatikan peran relatif kekuatan material versus ide. Konstruktivisme bukan
merupakan teori HI dalam artian neo-realisme, tetapi sebuah teori sosial yang
lebih bagus dipakai untuk menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil oleh
negara dan aktor-aktor besar lain, serta identitas yang memandu negara dan
aktor-aktor ini,
·Kapitalisme
atau Kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat
produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan
dalam ekonomi pasar. Kritik kapitalisme mengasosiasikannya dengan kesenjangan
sosial dan distribusi yang tidak adil dari kekayaan dan kekuasaan;
kecenderungan monopoli pasar atau oligopoli (dan pemerintah oleh oligarki),
imperialisme, perang kontra-revolusioner dan berbagai bentuk eksploitasi
ekonomi dan budaya; materialisme, represi pekerja dan anggota serikat buruh,
alienasi sosial, kesenjangan ekonomi, pengangguran, dan ketidakstabilan
ekonomi, (http://id.wikipedia.org/wiki/Kapitalisme).
·Pandangan
utama Filsafat analitik adalah penolakan terhadap metafisika. Bagi mereka,
metafisika tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Di Inggris
misalnya, gerakan filsafat analitik ini sangat dominan dalam bidang bahasa.
Kemunculannya merupakan reaksi keras terhadap pengikut Hegel yang mengusung
idealisme total. Dari pemikirannya, filsafat analitik merupakan pengaruh dari
rasionalisme Prancis, empirisisme Inggris dan kritisisme Kant,
(http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_analitik).
·Nominalisme
adalah aliran yang menganggap bahwa gagasan atau konsep umum yang ada tidak
menunjuk pada kenyataan apapun, maka gagasan hanya kata-kata saja (dalam bahasa
Latin nomina) yang disusun akal budi sebagai tanda belaka untuk mengatur
keanekaan individual. Terdapat pernyataan umum, tetapi bukan hal yang umum.
Hanya yang individuallah yang nyata. Kenyataan adalah kumpulan rupa benda dan
mahluk individual yang sama sekali berbeda karena tidak dapat dirangkum di
bawah gagasan umum, sebab yang umum tidak menunjuk pada sesuatu dalam realitas,
(http://id.wikipedia.org/wiki/Nominalisme).
·Positivisme
secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat
bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami
sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif
bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau
terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk
berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara
terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian
kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar
terjadi. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan
(jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan
sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam, (http://id.wikipedia.org/wiki/Positivisme).
·Postmodernisme
adalah faham yang berkembang setelah era modern dengan modernisme-nya.
Postmodernisme bukanlah faham tunggal sebuah teori, namun justru menghargai
teori-teori yang bertebaran dan sulit dicari titik temu yang tunggal. Bagi
Lyotard dan Geldner, modernisme adalah pemutusan secara total dari
modernisme.Bagi Derrida, Foucault dan Baudrillard, bentuk radikal dari
kemodernan yang akhirnya bunuh diri karena sulit menyeragamkan teori-teori.
Bagi David Graffin, Postmodernisme adalah koreksi beberapa aspek dari
moderinisme. Lalu bagi Giddens, itu adalah bentuk modernisme yang sudah sadar
diri dan menjadi bijak.Yang terakhir, bagi Habermas, merupakan satu tahap dari
modernisme yang belum selesai, (http://id.wikipedia.org/wiki/Postmodernisme).
·Kata
hedonisme diambil dari Bahasa Yunani ἡδονισμός hēdonismos dari akar kata ἡδονή
hēdonē, artinya "kesenangan". Paham ini berusaha menjelaskan adalah
baik apa yang memuaskan keinginan manusia dan apa yang meningkatkan kuantitas
kesenangan itu sendiri. Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa
orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan
sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme
merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan
tujuan hidup dan tindakan manusia, (http://id.wikipedia.org/wiki/Hedonisme).