Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 September 2021

Alhamdulillah..

Buku Perdana Terbit, meski isinya hanya sebuah pengalaman dan opini, tapi ini merupakan awal untuk memotivasi diri dan memulai menerbitkan karya-karya dalam bentuk buku.. 

"Bagian tersulit dalam suatu pekerjaan yaitu memulai dan mengakhiri".



Semoga bermanfaat..
Jika tertarik dengan buku, email : aminullahmtk@gmail.com    atau
langsung ke penerbit : https://siberdayapublishing.com/katalog/



Jumat, 17 April 2020

JALAN PARA LULUSAN
AKHIR JALAN SEKOLAHAN

     Dunia Sekolah atau Kuliah sudah mulai dibincangkan ketika para siswa sudah lulus dari Sekolahnya, terutama siswa SMA/ sderajat yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi atau memutuskan masa depan yang berbeda. Namun, hal yang paling memperihatinkan yaitu ketika siswa yang lulus sekolah tapi tidak tahu langkah yang akan diambil berikutnya. Artinya tidak ada cita-cita yang jelas atau rencana masa depan, dan bahkan yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi tidak tahu jurusan apa yang akan diambil..
     Setiap orang memiliki jalan masing-masing untuk dilalui, namun kadang ada orang yang numpang pada orang lain untuk melewati jalan tersebut. Menumpang untuk melalui jalan yang sama bukan hal yang salah, namun pada akhirnya di ujung jalan tersebut kita harus jalan sendiri-sendiri sehingga sesampainya di tujuan kita tahu dan merasakan terjalnya jalan yang sudah kita lalui. Kita akan lebih percaya diri ketika apa yang sudah kita lalui berdasarkan keputusan sendiri dan melaluinya menggunakan kemampuan sendiri, meski atas bantuan orang lain juga.
    Ketika kita masuk pada jalan yang dipilihkan oleh orang lain, maka tingkat tanggung jawab kita untuk melalui jalan tersebut berbeda dengan pilihan sendiri. Bahkan ketika kita mengalami kendala dalam melewatinya, kemungkinan alasan yang kita utarakan yitu "ini bukan jalan pilihan saya". Sehingga sangat penting untuk memilih jalan sendiri sesuai dengan harapan pribadi. Seperti itulah seorang siswa yang tanpa memiliki cita-cita dari sebelumnya.
    Sekarang jamannya informasi sudah terbuka luas, bahkan untuk mencarinya sangat mudah dan gampang. Tidak ada alasan kita tidak tahu tentang sesuatu yang bersifat permanen atau pasti. Internet sudah memfasilitasi orang-orang yang bermurah hati untuk membagi informasi kepada orang-orang yang butuh pengetahuan tentang hal itu. Bagi yang ingin kuliah maka bacalah, carilah informasi tentang kampus dan juran atau program studi yang bagus (terakreditasi, fasilitasi memadai, SDM yang berpotensi, kurikulum yang tepat,dll).
     Jadi, bagi siswa-siswa yang sudah menyelesaikan sekolahnya, silahkan berusaha untuk mewujudkan cita-citanya, dan bagi yang belum punya tujuan hidup maka bertanya dan carilah yang sesuai dengan hobi atau keahliannya, "Yang penting baik/ Halal". Bagi yang sudah berusaha mewujudkan cita-citanya tapi masih gagal (misal, mau masuk Perguruan Tinggi tertentu tapi tidak lulus atau jurusan tertentu tapi tidak diterima dan bahkan mau kuliah tapi tidak ada biaya), maka yakinlah bahwa kita ditunggu oleh pilihan yang terbaik menurut yang Maha Pencipta (Allah SWT).
    Jika gagal maka coba lagi, coba hal yang lain, berpikir dengan sudut pandang yang berbeda, yang terbaik menurut kita belum tentu yang terbaik menurut orang tua, yang terbaik menurut kita belum tentu yang terbaik menurut Yang Maha Kuasa, jangan terpaku pada satu tujuan ketika sudah gagal, waktu akan terus berjalan tanpa menunggu kita untuk berhasil, TETAPLAH BERPIKIR POSITIF TENTANG TAKDIR SETELAH BERUSAHA DAN BERDO'A.

Hanya kita yang bisa merubah keadaan kita sendiri...

Selasa, 06 Februari 2018

RENUNGAN TAHUN BARU
2018

Sudah berapa tahun sejak kita dilahirkan ke dunia ini dari rahim ibu kita ?, singkatnya orang biasa bertanya "umurnya sudah berapa ?". Banyak diantara kita yang malu mengungkapkan yang sebenarnya tentang umurnya, tahu kenapa ?. tentu saja tidak tahu, alasannya tergantung dari setiap pribadi. Lalu di tahun 2018 ini, berapa umur kita ?. Jawab sendiri.

Sudah berapa kali kita melewati tahun baru ?, maksudnya disini itu tahun baru Masehi ya, bukan tahun baru Hijriah/ Islam. Jangan - jangan selama ini kita tidak hanya melewati melainkan merayakan setiap tahunnya..

Apa masalahnya kita merayakan dan tidak merayakan tahun baru ?, itu bermasalah dan itu tidak ada masalah, apakah tahun baru itu sebuah ritual ?, jika sebuah ritual maka tentu saja itu sebuah masalah, masalah yang lainnya apa ?, masalahnya yaitu dengan apa kita mengisinya, buang-buang uang atau melakukan hal yang senonoh, semua tahu bahwa itu merupakan hal yang salah. Jadi seperti apa kita mengisinya supaya kita yakin itu bukan masalah ?, hal yang paling utama tentukan dan analisis serta telaah dulu, apakah ini sebuah kegiatan ritual berkaitan dengan agama atau tidak ?. Barulah kita menuju step berikutnya.. OK..!

Kehidupan ini terlalu indah untuk diratapi, terlalu bebas untuk dibatasi, juga terlalu menyenangkan untuk membuat kita memilih.. Akhirnya kita tidak sulit untuk menentukan suatu keputusan ketika dihadapkan dengan hal-hal yang menyenangkan.

Namun Tahukah kita, Sadarkah kita bahwa sekarang sudah tahun 2018. Sadarkah kita hal-hal yang menyenangkan kemarin itu sudah tinggal kenangan, ketika kenangan itu pudar maka pasti kita akan berusaha untuk berharapkan seperti itu lagi, lalu kapan kita akan berhenti dengan hal yang duniawi itu ?, tidak tahu. Pertanyaan sampai tahun berapa kita bisa di dunia ini ? kita tidak tahu,.

Namun semua orang tahu bahwa pasti kita akan meninggalkan dunia ini, itu pasti dan sangat pasti.. Orang Miskin, orang terlantar, kriminal dan orang yang paling merasa menderita di Dunia ini, sungguh itu bukan sebuah penderitaan dibandingkan dengan penderitaan di Akhirat. 

Kabar baiknya, Semenyenangkan apapun, semewah, seindah bahkan seasyik apapun, Siapa yang merasakan paling bahagia di dunia ini, sungguh jauh lebih bahagia, lebih menyenangkan di Akhirat. kenapa yakin sekali ?, Dengan keyakinan itulah kita akan menjadi lebih baik, mencari kebahagiaan yang sesungguhnya di hari nanti.

Inilah Poin Renungan Ini " Sadar dan terima bahwa sekarang sudah tahun 2018, Ingat dan bayangkan di saat kita sendiri, hal baik apa yang sudah kita lakukan tahun kemarin, masih kah kita ingat masa-masa kecil dulu, berkumpul bersama teman dan keluarga ?, lalu lirik diri sendiri, seperti apa kita sekarang ini.. Pasti ada yang kita temukan sedikit seletukan di hati".



 

Rabu, 17 Agustus 2016

Merdeka

Inilah Merdeka
Merdeka ??. Ketika kita meluangkan waktu untuk mendengar dan merenungkan lagu kebangsaan, tentu ada rasa yang berbeda. Apakah itu rasa merdeka ?. ia, tapi bukan merasakan jasa pahlawan atau bangga karena Negeri ini, tetapi karena terkenang masa-masa kecil. Itulah kemerdekaan bagi saya, masa-masa kecil yang belum memikirkan tentang masa depan dan keadaan Negara. Masa-masa Merdeka.



Ketika kita menyadari dan sepakat bahwa kemerdekaan yang sesungguhnya untuk pribadi yaitu ketika kita masih kecil, maka apa yang akan kita lakukan sekarang ?. Ingatlah masa-masa merdeka itu, masa-masa kebebasan, masa-masa bahagia dan ceria. Apakah hanya sebatas mengingat ? tidak..!. Jika kita percaya bahwa masa kecil adalah sebuah masa yang berharga dan ingin terulang dan akan selalu terkenag, maka buatlah dan berikan kemerdekaan untuk anak-anak yang ada di sekitar kita. Tunjukkan kemerdekaan yang selalu kita kenang kepada anak sehingga mereka tahu masa itu ada, sebelum mereka menyadari bahwa kemerdekaan itu hanya akan mnjadi harapan ketika sudah dewasa.
Seorang yang sudah berfikir tentang masa depan Negara, maka tanyakan apakah dia merdeka sekarang, jika jawabannya ia, maka tanyakan lagi, apakah dia merdeka dimasa kecil. Ketika kita mengetahui jawaban darinya, maka pasti ada sebuah kisah dalam hidupnya yang akan membuat kita terheran dan terharu, kisah yang tidak normal. Ceritakanlah kemerdekaan diri sendiri, karena kita belum mengetahui mengenai kemerdekaan sebuah bangsa atau negara. Kenapa kita tidak tahu ? karena kita tidak merasakan bagaimana rasanya belum merdeka dan sesudah merdeka, itulah kita. Kita hidup tidak dikedua masa tersebut, tapi enatah masa apa namanya.. Jawabannya hanya ada pada diri sndiri..

Jumat, 28 Agustus 2015

Elegi Pertengkaran antara Kerja dan Pikir

Elegi Pertengkaran antara Kerja, Kerja, Kerja dan Pikir, Pikir, Pikir
Logos :
Amal tanpa ilmu adalah hal yang sia- sia. Amal adalah perbuatan (baik atau buruk). Dalam islam, amal adalah hal yang mendatangkan pahala. Amal dalam hal ini mirip dengan kerja ,Kerja adalah kegiatan melsayakan sesuatu. Ilmu adalah  pengetahuan tersistem dan dapat digunakan, sumber pengetahuan salah satunya adalah pikiran karena pikir adalah akal budi; ingatan; angan-angan. Amal tanpa Ilmu dan Ilmu tanpa Amal merupakan fenomena dan permasalahan yang selalu mendampingi dalam berkelana  pada ruang dan waktu, sehingga “Para Kerja” dan “Para Pikir”
Selengkapnya INI

Senin, 16 Maret 2015

PERBEDAAN ADALAH KELEBIHAN

          Menjalani hidup dan semua tatanan kehidupan yang tampak harus bisa diklarifikasi dengan menggunakan logika. Ketika logika tidak mampu digunakan dalam memandang dunia maka gunakanlah hati atau keyakinan. Hidup ini membutuhkan LOGIKA dan PERASAAN / PEMIKIRAN dan KEYAKINAN. Pikirkan semua rencana jalan hidup yang akan ditempuh dengan logika yang sehat, namun ketika itu tidak logis tetapi benar maka gunakan perasaan atau keyakinan. Kehidupan ini bukan sesuatu yang tidak memiliki solusi dalam setiap permasalahan yang kita hadapi tetapi perlu diingat bahwa semua masalah itu ada solusinya, dan solusi terahir adalah berserah diri kepada Allah SWT, itu juga merupakan sebuah solusi.
        Berpikir mendapatkan apa yang diinginkan adalah nomer berikutnya, yang lebih dahulu yaitu berpikir mendapatkan apa yang kita butuhkan, bukan yang diinginkan. Keinginan seorang begitu banyak dan komplek khusunya untuk mensjahterakan hidupnya, tetapi orang lupa bahwa keinginan tersebut tidak akan pernah habis karena itu berasal dari hawa nafsu seseorang tersebut, berbeda dengan memnuhi kebutuhan, ketika kita mencapai atau mendapatkan kebutuhan itu maka terpenuhi kebutuhan itu meskipun kebutuhan yang lain masih ada. Untuk dapat membuat bibir anda tersenyum maka lihatlah orang-orang yang bahagia, dan jika anda ingin bersedih maka lihatlah orang-orang yang bersedih, tetapi perlu diketahui bahwa itu bukanlah anda. Berpikir untuk bisa menjadi seorang dengan keberuntungan atau sifat-sifanya bukan merupakan hal yang salah jika itu bagus, tetapi yang ingin saya katakan adalah
      
TINGKATAN ANDA LEBIH TINGGI DARI ORANG-ORANG DISEKELILING ANDA, JIKA ANDA BERBEDA DENGAN ORANG-ORANG BANYAK DISEKELILING ANDA.

Selasa, 23 Desember 2014

Jawaban untuk Pertanyaan Saudari Rina Susilowati

           Pertanyaan dari saudari Rina Susilowati: Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia ?.
Jawaban ini bukanlah mencakup hakikat perbedaan diantara Manusia yang obyektif melainkan bersifat subyektif, namun diharapkan mampu sebagai pembuka hakikat yang obyektif. 
Perbedaan diantara manusia tentulah pasti ada, sehingga anatara manusia yang satu dengan yang lainnya tidak sama, dengan kata lain bahwa manusia bisa memiliki irisan pada komponen didalamnya tetapi tidak sama. Perbedaan diantara manusia yaitu bagaimana manusia bisa mencapai tujuan diciptakannya. Jika manusia awalnya sama dan akhirnya juga sama dalam tujuannya maka tentulah dalam memperoleh tujuan tersebut berjalan diatas jembatan yang sama, tetapi jika tujuan akhirnya ada yang berbeda, maka tentulah yang mempengaruhi adalah bagaimana memeroleh tujuan tersebut. Allah SWT bukan melihat fisik, harta, tahta dan yang tampak lainnya melainkan yang membedakan manusia adalah keimanan dan ketakwaannya. Keimanan dan ketaqwaan adalah jalan dan jembatan menuju keridhaan-Nya.
Terimakasih...
Aminullah. PMat B.

Sabtu, 22 November 2014

IDEOLOGY and EDUCATION

    Ideologi adalah ide atau gagasan. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu. Tujuan untama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Ideologi Pendidikan adalah suatu tujuan dalam pendidikan untuk melakukan suatu perubahan atau suatu ide atau visi untuk melakukan perubahan melalui suatu pendidikan.
Terimakasih...
Aminullah. PMat B.

EDUCATIONAL PARADIGM

       Paradigma atau kerangka berfikir, disebut juga mainstream, adalah bagian dari sistem berfikir yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Dengan paradigma diharapkan dapat tercipta sistem dan pola fikir yang lebih mendekati ke pola yang diharapkan atau di idealkan. Pradigma pendidikan yaitu sebabuah pemikiran dan keyakinan akan tujuan atau harapan pendidikan yang akan dicapai. Pradigma pendidikan misalnya di UNY kita sering membaca di tugu melengkun taman depan gerbang dikatakan bahwa pendidikan investasi masa depan. Ketika berpikir bahwa pentingnya pendidikan untuk mengarungi dan menghadapai ruang dan waktu yang akan kita tempuh dimasa yang akan datang, maka itulah pradigma menurut kita.
Terimakasih...

Aminullah. PMat B.

Jumat, 21 November 2014

Berhenti dan Menggapai Ruang dan Waktu

Berhenti dapat dikancingkan pada ranah waktu. Waktu yang terus berjalan pada dasarnya tiadalah yang tahu kapan akan berhenti kecuali Allah SWT. Namun berhenti dapat dilakukan oleh subjek

KEBAHAGIAAN

       Kebahagiaan dapat menghampiri kita kapan saja dan dimana saja. Kebahagiaan tidak bisa ditentukan baik ruang dan waktunya. Kita hanya dapat merencanakan suatu ruang dan waktu untuk mendapatakan atau merasakan kebahagiaan itu, tetapi rencana itu hanyalah terbatas pada realisasinya. Jika kebahagiaan itu terdapat pada ruang dan waktu tertentu, maka tentulah akan selalu dituju oleh setiap orang, namun seperti yang kita ketahui bahwa orang pinggir pantai mencari kebahagiaan ke pegunungan dan sebaliknya orang pegunungan mencari kebahagiaan kepantai. Pada dasarnya kebahagiaan itu berada pada diri kita, kebahagiaan dan rasa senang itu memang juga dipengaruhi oleh lingkungan, namun bahagia itu berada pada diri kita. Mencari kesenangan ke sebuah hiburan adalah bentuk dari ketidak tahuan mengenai kebahagiaan itu sendiri. Ketika seorang teman hanya sekedar tersenyum melihat kita, maka rasa senag tiba-tiba datang tanpa harus mengeluarkan uang dan pergi kesuatu tempat. Seanantiasa bersyukur akan nikmat Allah SWT adalah salah satu jalan untuk membuat ketenangan, ketika rasa tanang dan nyaman terasa pada hati dan perasaan maka kegiatan sia-sia untuk mencari kebahagiaan akan terhindar.
Terimakasih...
Aminullah. PMat B. 

Kamis, 20 November 2014

Seorang Hamba Menggapai Ruang dan Waktu

        Ruang dan waktu adalah dua hal yang selalu ada yang belum dapat terpikirkan ketidak adaanya. Pikiranku tidak dapat menggapai ruang tanpa ada waktu didalamnya dan sebaliknya pikiranku belum mampu menggapai waktu tanpa ada ruang didalamnya. Kehidupan yang nyata atau relita dan pikiran yang bersifat imajiner selalu terpaut oleh ruang dan waktu. Ketika kita menyadari akan ruang dan waktu kita maka tentulah kita akan selalu bersyukur kepada Allah SWT. menyadari akan terus berjalannya waktu, menyadari keterbatasan kita dalam berjalan diatas ruang dan waktu. Hanya satu kata yaitu kematian yang kita ingat sebagai batas ruang dan waktu kita didunia ini akan mengantarkan kita untuk sopan santun terhadap ruang dan waktu. Namun ruang dan waktu tidak terbatas pada kematian melainkan itu hanya terbatas pada fisik atau bentuk dari partikel dan material yang ada pada diri kita.
Terimakasih...

Aminullah. PMat B.

Jumat, 07 November 2014

Keikhlasan (31-45)

  • Elegi Ritual Ikhlas 31: Menggapai Kedamaian
Kedamaian bukanlah tempatnya disuatu pegunungan atau pantai yang indah, kedamaian bukanlah tempatnya tempat-tempat ramai dan keddamaian bukanlah berada di tempat sepi. Kedamaian tidaklah ada disuatu tempat didunia ini jika ingin dicari, melainkan kedamaian itu berada pada setiap individual yaitu ada dihati kita. Artinya bahwa dimanapun kita dan sama siapapun kita maka kedamaian pastilah ada dan bisa juga tidak ada, karena adanya dihati. Untuk bisa menggapai  kedamaian maka hati harus ditenangkan dan dinyamankan denga selalu mengingat Tuhan Yang Maha Esa.
Terimakasih...
Aminullah. PMat B.

  • Elegi Ritual Ikhlas 32: Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah...

Keikhlasan (21-30)

  • Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai
Ramai bisa diartikan berdasarkan respon setiap indra, pikiran dan hati kita. Ketika telinga menngatakan ramai maka menandakan banyaknya suara yang terdengar, ketika mata mengatakan ramai maka menandakan keragaman apa yang terlihat. Ketika pikiran mengatakan ramai maka banyaknya hal terpikirkan dan ketika hati mengatakan ramai maka lebih menuju kerisauan. Keramaian berasal dari kata ramai yang menandakan lebih dari satu hal sebagai smesta pembicaraan, keramaian bisa membuat hati dan pikiran nyaman dan sebaliknya keramaian juga bisa menjadikan hati dan pikiran resah dan risau.
Terimakasih...
Aminullah. PMat B.

  • Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan.

Keikhlasan (11-20)

  • Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan Bertaubat Nasuhah
Taubat adalah bentuk kesadaran manusia akan kekurangan, kelemahan, kesalahan dan ketidak berdayaannya manusia disisi Allah SWT. Taubat bukanlah dilakukan hanya ketika menyadari telah melakukan suatu kesalaha tetapi hendaklah kita selalu bertubat setiap waktu kita karena jika kita masih bernafas maka tidaklah kita tahu dalam setiap hembusan nafas kita itu mengandung suatu kesalahan dan kekhilafan, lebih-lebih dengan jaman sekarang yang dikatakan bahwa ” dimana-mana ada dosa”.
Terimakasih...
Aminullah. PMat B.

  • Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad Nurikhlas kepada para cantraka..meretas sejarah peradaban manusia.

Kamis, 06 November 2014

Keikhlasan (1-10)

  • Elegi Ritual Ikhlas I: Informasi awal
Keikhlasan itu merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakuka. Ketika manusia berjalan sendiri tanpa adanya arahan, permintaan atau perintah dari orang lain maka ada kemungkinan untuk ikhlas, Namun ketika memberikan atau melakukan sesuatu dengan adanya arahan, permintaan atau perintah dari orang lain maka keikhlasan itu lebih sulit lagi, Hal ini karena ikhlas itu ada di hati, bukan tindakan ataupun pikiran. Ikhlas itu dihati, jadi hatilah yang terlebih dahulu dikuasai oleh diri sendiri.
Terimakasih...
Aminullah. Pmat B.

  • Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan Teknis 1

Sumber Ilmu Pengetahuan dan Ukuran Kebenaran

Menurut Ibrahim Slamet (2008) Ada beberapa pendapat tentang sumber pengetahuan antara lain:
1.Empirisme, menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalaman (empereikos = pengalaman). Dalam hal ini harus ada 3 hal, yaitu yang mengetahui (subjek), yang diketahui (objek) dan cara mengetahui (pengalaman). Tokoh yang terkenal: John Locke (1632 – 1704), George Barkeley (1685 -1753) dan David Hume.
2.Rasionalisme, aliran ini menyatakan bahwa akal (reason) merupakan dasar kepastian dan kebenaran pengetahuan, walaupun belum didukung oleh fakta empiris. Tokohnya adalah Rene Descartes (1596 – 1650, Baruch Spinoza (1632 – 1677) dan Gottried Leibniz (1646 – 1716).
3.Intuisi. Dengan intuisi, manusia memperoleh pengetahuan secara tibatiba tanpa melalui proses pernalaran tertentu. Henry Bergson menganggap intuisi merupakan hasil dari evolusi pemikiran yang tertinggi, tetapi bersifat personal.
4.Wahyu adalah pengetahuan yang bersumber dari Tuhan melalui hambanya yang terpilih untuk menyampaikannya (Nabi dan Rosul). Melalui wahyu atau agama, manusia diajarkan tentang sejumlah pengetahuan baik yang terjangkau atau pun tidak terjangkau oleh manusia.

Ukuran Kebenaran Menurut Ibrahim Slamet (2008)
• Berfikir merupakan suatu aktifitas manusia untuk menemukan kebenaran.
• Apa yang disebut benar oleh seseorang belum tentu benar bagi orang lain.
• Oleh karena itu diperlukan suatu ukuran atau kriteria kebenaran.
• Ada tiga jenis kebenaran yaitu: kebenaran epistemologi (berkaitan dengan pengetahuan), kebenaran ontologis (berkaitan dengan sesuatu yang ada atau diadakan),
dan kebenaran semantis (berkaitan dengan bahasa dan tutur kata)

• Ada 4 teori kebenaran : yaitu teori Korespondensi, Teori Koherensi, Teori Pragmatisme, dan Teori Kebenaran Illahiah atau agama.
Terimakasih...
Aminullah. PMat B. (Pembenaran Ilmu Pengetahuan dan Pembenaran Pengetahuan)

Selasa, 28 Oktober 2014

Rekaman dalam Pembelajaran

           Tindakan, tulisan, ucapan, pikiran dan bahkan keyakinan membutuhkan pertanggung jawaban kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun, pada dasarnya juga harus bisa dipertanggung jawabakan kepada sesama manusia. Misalkan ucapan, jika ucapan tersebut merupakan sebuah hal yang harus disebarkan atau dijadikan refrensi dalam kehidupan, maka ucapan tersebut juga menentukan perjalanan tindakan seorang. Dalam peroses pembelajaran baik untuk sekolah atau perguruan tinggi seorang guru yang kreatif akan dilihat berbeda dari guru yang monoton atau yang lurus-lurus saja. Merekam materi merupakan hal yang kreatif yang bisa mengefesienkan waktu, memfokuskan perhatian siswa, melatih pendengaran dan melatih untuk bisa merefleksikan. Artinya bahwa alat-alat indera bisa diperguanakan tidak hanya menulis saja. Hal ini juga bisa dikatakan melatih kemandirian dan penguatan dalam belajar karena dirumah diputar kembali dan tanpa bimbingan atau pengawasaan.
Terimakasih...
Aminullah. PMat B.(Rekaman (Audio) Berbagi Perkuliahan Filsafat (Ilmu) oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A)

Pendidikan Islam

           Pendidikan Islam sederhana namun penerapan atau aplikasinya yang sulit karena berorientasi pada hati atau keyakinan. Pendidikan karakter sangatlah jelas terdapat pada ajaran islam dan mungkin pada agama yang lain juga. Sangat jelas bahwa islam memerintahkan untuk setiap orang menuntut ilmu atau memiliki ilmu. Manusia diciptakan memiliki akal pikiran, islam menyerukan kepada manusia untuk berpikir mengenai alam dan mengggunakan pikiran untuk bisa mengerti akan kebesaran-Nya. Dan hal yang jelas bisa diambil dalam dunia pendidikan khusunya dalam peroses belajar mengajar adalah KETELADANAN. Artinya bahwa, kurikulum, aturan dan apapun namanya ketika diterapkan disekolah untuk memperbaiki karakter tanpa adanya keteladanan dari yang menyampaiaknnya maka itu hanya sebatas harapan. Menjadi teladan baik ucapan, tingkah laku dan semua bagian yang dilihat oleh siswa atau orang lain, maka itu adalah pembelajaran karakter.
Terimakasih...
Aminullah. PMat B.(Urgensi Filsafat dalam Pendidikan Islam Untuk Pendidikan Karakter )