Rabu, 01 Oktober 2014

Wadah dan Isi

        Wadah dan Isi, Kapan akan menjadi wadah dan dan menjadi isi ?. Wadah akan dikatakan wadah ketika ada isi, tapi terbatas wadah untuk isi tersebut. Isi akan dikatakan isi ketika memiliki wadah, tapi terbatas isi untuk wadah tersebut. Ketika wadah memiliki wadah maka tidak akan menjadi wadah, tapi akan menjadi isi untuk wadahnya. Artinya bahwa wadah dan isi termasuk yang mungkin ada karena diluar wadah pasti ada wadah dan didalam isi pasti ada isi. Isi tidaklah akan menjadi isi ketika tidak memiliki wadah. Wadah dan isi tidak terpisahkan.Wadah pada diri seorang pastilah memiliki isi namun sebarapa banyak isinya tergantung setiap individu. semakin sering dan tekun mengisi wadahnya maka isinya juga semakin banyak. Wadah dan isi haruslah dimanfaatkan dalam kehidupan sehingga itulah jalan untuk bisa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Terimakasih..
Aminullah PMat B.(Elegi Hamba Menggapai Wadah dan Isi)

Mencukur

       Mencukur diri, dicukur orang lain bukanlah hal yang salah. Mengintrospeksi diri sebelum diintrospeksi oleh orang lain merupakan hal yang bagus namu darimana kita akan tahu kekontradiksian kita ketika logos kita lebih rendah dari orang lain. Meminta dicukur bukan berarti tidak bisa mencukur diri sendiri, tapi tentu saja yang bisa melihat lebih luas tentang mencukur adalah orang yang logos tentang itu, yaitu tukang cukur.
Terimakasih..
Aminullah PMat B.(Elegi Menggapai Paradoks Tukang Cukur)

Inilah Sebenar Matematika

        Matematika. Jika matematika dikatakan simbol maka matematika itu sempit sekali jadi terdapat kontradiksi karena ada logika, numerik dan ilmu alami. Tapi jika matematika dikatakan alami, numerik, simbol , logika , pelayan ilmu, ratu ilmu, penyempurna, maka itu juga masih sangat sempit untuk matematika karena matematika mamapu mengasah penalaran berpikir dan pemecahan masalah. Jadi matematika itu adalah matematika, bagian-bagian yang disebutkan tadi bukanlah matematika tapi unsur pada matematika. Ibarat Jika ada sebuah tangan, maka itu bukan manusia, tapi dikatakan manusia karena masih banyak substansi didalamnya. Matematika adalah matematika yang ada dalam pikiran, dan jika dituangkan maka itulah contoh atau unsurnya, itulah matematikaku..
Terimakasih..
Aminullah PMat B.(Elegi Pengakuan Para Matematika)

Awal dan Akhir

        Awal dan Akhir itu bukanlah hal yang bisa disebut kan oleh logosnya manusia, Awal dan akhir sebenar-benarnya tidak dapat dinikmati oleh manusia. Awalnya manusia terdapat awal sebelumnya, maka itu bukanlah awal, dan akhirnya manusia terdapat akhir yang lebih akhir, maka itu bukanlah akhir. Awal dan Akhir terbatas oleh logos dan mitos manusia, Awal dan Akhir hanya milik Yang Maha Kuasa yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Maka bisa dikatakan Awal dan Akhir itu Ada dan Yang Mungkin Ada.
Terimakasih...
Aminullah PMat B(Elegi Menggapai Awal dan Akhir)

Adakah Awal Itu ?

                Awal bagiku siapa yang tahu ?. Awal dari pengalamanku barulah aku tahu. Awal untukku bukanlah satu, karena awal yang satu hanya milik Tuhan Yang Maha Esa. Ketika mencari tahu apa itu awal maka awal untuk logosnya manusia yaitu selalu ada untuk setiap keputusan dalam memutuskan, awal selalu ada dalam setiap pemikiran dalam hal pemikiran, awal selalu ada dalam setiap ucapan dalam hal ucapan, namun Awal yang sebenarnya tidaklah bisa ditempuh oleh logosku karena Awal bagiku saja aku tidak tahu. Awal terbatas oleh logos dan mitos pada diriku.
Terimakasih...
Aminullah PMat B.(Elegi Menggapai Awal)

Banyak Itu Berapa ?

                Ketika kita menganggap suatu itu dalam maka pasti ada yang lebih dalam, ketika kita mengagnggap suatu itu luas maka pasti ada yang lebih luas. Ketika kita menganggap hal yang kita lihat itu banyak, maka lebih banyak yang tidak dapat kita lihat yaitu Yang Mungkin Ada. Yang Mungkin Ada jika kita pahami, maka itu gamabaran para banyak yang tidak terbatas. Ketika belum menyadari hal yang banyak, maka logos kita akan sempit. Para banyak ketika kita menggalinya maka kita akan berkembang, jika kita sudah dalam maka kita akan menjadi lebih dalam, dan ketika kita luas maka kita akan menjadi lebih luas. Banayak bagi manusia adalah hal yang sedikit bagi Sang Maha Pencipta,. Banyak itu tidak bisa dikatakan A atau B, tapi banyak itu tidak ada batasan.
Terimakasih..
Aminullah Pmat B.(Elegi Perbincangan Para Banyak)

Sama Karena Disamakan

                Sama adalah kontradiktif dengan beda.. Ketika membicarakan sama maka selalu ada beda didalamnya, jadi tidaklah ada yang sama, sama hanya milik Tuhan Yang Maha Esa. Kata sama ada berarti ada hal yang disamakan, bukan sebenarnya ada sama tapi sebenarnya disamakan. sama hanya ada pada pemikiran, tapi ketika dituangkan, maka tidak akan menjadi sama.
Terimakasih..
Aminullah PMat B.(Perbincangan Para Sama)